Mengalahkan Setan-Setan Waktu

Aku tahu menuju pernikahan tidak mudah.

Ada saja batu-batu kerikil tajam yang terinjak kaki. Ada debu
-debu yang terbang memerahkan mata. Ada ranting-ranting pohon yang menggores kulit. Ada pengguna jalan lain yang menyipratkan ban kendaraannya dengan genangan air. Ada pejalan kaki lain yang memaki-maki memekakkan telinga, menyiutkan nyali, menggoyah hati.

Aku tahu pernikahan butuh keyakinan yang teramat serius.

Tak semata keinginan nafsu lagi ego. Ada suara-suara tetua yang harus didengar. Ada kisah-kisah bijak yang harus diresapi. Ada detik-detik waktu yang harus dicermati.

Aku tahu waktu terus berputar. Bahkan cepat.

Berputar dan semakin mempersempit jalan. Sementara tetes-tetes keringat mulai membasahi pakaian, nafas mulai terengah-engah, langkah kaki mulai melambat, jarak pandang mulai memendek.

Waktu seolah-olah algojo berbadan tegap yang siap tanpa ampun menghakimi–memburu, menangkap, menyekap, dan menginterogasi setiap milidetik yang ia punya. Ia bisa jadi sekutu kuat para musuh-musuh untuk menyerang titik nadi lemah kesabaran.

Dan terkadang ketika semua sudah terlampaui, yang dituju ternyata tak ada di tempat, atau bahkan menyuruh balik.

Ketika saat itu tiba, si tuan penguji akan bertanya nan meragukan hati. Akankah kau kembali pulang dan tak menoleh balik ataukah kau mencoba lagi kedua ketiga keempat kelima kali.

Terkadang ketika tekad sudah bulat terbentuk, niat sudah penuh terisi, dan balok-balok nyali sudah tersusun tinggi, yang diyakini ternyata datang membawa mesin peruntuh gedung.

Ketika saat itu tiba, si tuan direksi akan bertanya. Akankah kau pindah ke tanah lain dan membangun gedung lain ataukah kau kan membangun gedung di lahan yang sama agar ia tahu kesungguhanmu.

Namun ketika kau tahu telah berada di akhir upaya keras dan ikhtiar yang berujung indah adalah sebuah ‘kemenangan’ atas hati yang peragu, ‘menang besar’ atas setan-setan waktu yang menghantui, berhasil menancapkan bendera kuasa karena berhasil mengalahkan setan-setan waktu.

Mengalkan Setan-Setan Waktu

*Foto diambil saat pernikahan Hedi Soraya dan Indah Fajarwati, 30 Juli 2016, di Laren.

Leave a Reply